CEO EA Sebut Merek FIFA Hambatan Permainan Sepak Bolanya

Sebenarnya ada apa antara CEO EA dan merek sepak bola FIFA sampai disebut sebagai hambatan? Sejak bertahun-tahun lalu, EA dan FIFA bekerja sama dalam menyajikan permainan sepak bola bagi para gamer yang menyukai permainan ber-genre sport ini. Saat https://cityofseattle.net/ dan kamu akan memulai permainan sepak bola paling populer tersebut, di awal permainan, kamu pasti akan melihat logo EA juga. Bahkan saat kamu melihat sampul kaset dari game tersebut.

Secara tidak langsung, pihak EA ini mengatakan bahwa tidak banyak hal yang mereka dapatkan dari FIFA. Hanya sebatas tulisan yang terdiri dari empat huruf saja. Karena hal itu dan mungkin alasan lainnya, Andrew Wilson yang merupakan Chief Executive Officer atau yang biasa disingkat dengan CEO dari EA ini sudah mengusulkan untuk berpisah dari nama FIFA.

Hal ini dikarenakan ada banyak poin yang mungkin nantinya menjadi sebuah perpecahan dalam pertemuan internal yang biasanya dilakukan oleh FIFA dan pihak dari Electronic Arts atau yang biasa disingkat EA. Pernyataan kontroversial lainnya dari CEO ini adalah bagaimana permainan sepak bola EA dinilai akan lebih baik tanpa kerja sama jangka panjang yang mereka lakukan dengan FIFA.

FIFA sendiri adalah series permainan video yang mengusung tema olahraga tim, lebih tepatnya sepak bola yang dirilis oleh EA Sports. Seri permainan ini sudah cukup tua jika dilihat dari kapan permainan dengan nama ini pertama kali rilis. Game tersebut pertama kali rilis dengan nama FIFA International Soccer pada tanggal 15 di bulan Juli 1993. Pada saat itu, saking terkenalnya, permainan ini sampai mendapatkan lisensi langsung dari Lembaga sepak bola berbasis internasional, yaitu, FIFA.

FIFA sangat membatasi gerak-gerik EA dalam mengembangkan game bolanya

Siapa yang menyangka bahwa kerja sama selama 30 tahun antara Electronic Arts dan federasi bola FIFA harus berakhir tahun ini dengan kurang menyenangkan.

Bagaimana tidak, EA Sports mau tidak mau harus melepas nama FIFA ini karena permintaan biaya lisensi yang meningkat menjadi $2,5 miliar untuk 10 tahun ke depan.

Hal ini akhirnya memantabkan sang CEO, Andre Wilson yang mengatakan di depan para karyawannya bahwa kontribusi lisensi FIFA hanyalah sebatas nama 4 huruf yang tercantum pada kotak game-nya.

Bahkan nama tersebut sudah jarang dilihat dan diperdulikan oleh banyak gamer karena mereka kini lebih sering membeli game digital. Wilson bahkan berani menyebut bahwa nama FIFA kini lebih punya arti sebagai video game daripada sebagai bada resmi pengelola sepakbolanya.

Pada sebuah wawancara yang dilakukan di akhir tahun 2021, EA menyatakan kemungkinan mereka tidak akan menggunakan nama FIFA lagi. Hal ini juga ditambahkan dengan pernyataan bahwa EA bukan hanya sekadar permainan sepak bola saja.

Di lain sisi, pihak FIFA juga mengumumkan kalau mereka pun sedang berusaha untuk mengakhiri pengaturan eksklusif yang selama ini dengan EA. Mereka juga menambahkan bahwa akan mencoba untuk menjangkau lebih banyak lagi perusahaan-perusahaan yang ada di bidang game.

Dilihat dari pernyataan CEO dari EA, sepertinya kemungkinan untuk perpanjangan lisensi akan sulit untuk diwujudkan. Masih ada kemungkinan bahwa EA akan merilis FIFA 23 setelah Piala Dunia Qatar yang akan berlangsung di tahun ini. Namun, pada game berikutnya lagi, belum ada kepastian apakah EA masih menggandeng nama FIFA atau tidak. Kita akan menunggu informasinya ke depan.

EA juga mengatakan bahwa komunitas pemain game FIFA sebenarnya menginginkan lebih banyak mode untuk dimainkan, hal yang berbeda dari sekedar 11 vs 11, dan juga tipe gameplay yang baru. Yang sayangnya tidak dapat dilakukan karena FIFA mengatakan bahwa lisensi mereka hanya menaungi kategori tertentu saja.

Mungkinkan EA dapat lebih leluasa untuk mengeksplorasi mode-mode lain yang diinginkan para fans ketika nantinya sudah tidak harus menggunakan nama FIFA lagi? Atau malah EA akan kehilangan pamor yang selama ini melekat di game sepak bola mereka tersebut?

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.